Friday, April 10, 2015

openSUSE 13.2 Resmi Diluncurkan dengan Sistem File Btrfs



openSUSE 13.2 Resmi Diluncurkan dengan Sistem File Btrfs
by Lazuhardianto
Setelah satu tahun pengembangan dan perubahan pada sisi praktis pengembangan, openSUSE resmi diluncurkan hari kemarin.
Seperti di versi RC yang lalu, openSUSE 13.2 ini sudah menggunakan sistem file Btrfs secara standar. Di samping itu, distro ini menggunakan Wicked sebagai konfigurasi jaringan, perbaruan pada YaST, menyediakan technical preview KDE Plasma 5.1, dan paket-paket perangkat lunak terbaru yang lain. KDE 4.14 dan GNOME 3.14 merupakan desktop environment standar yang bisa digunakan. Selain kedua desktop tersebut, disediakan pula LXDE, MATE, Xfce, Enlightenment E19, dan KDE Plasma 5.1.

openSUSE Factory dan Tumbleweed Akan Bergabung Bulan Depan



openSUSE Factory dan Tumbleweed Akan Bergabung Bulan Depan
Distro rolling release openSUSE Factory dan Tumbleweed akan bergabung bulan depan menyusul peluncuran openSUSE 13.2.



openSUSE Tumbleweed merupakan versi rolling release dari openSUSE yang sudah berjalan beberapa waktu lalu. Sedangkan openSUSE Factory adalah versi next/unstable/development dari openSUSE (mirip dengan Fedora Rawhide). Di pertengahan tahun ini, openSUSE Factory mengubah dirinya menjadi proyek rolling release.
Begitu banyak pengguna openSUSE yang sudah memakai rolling release versi Factory. Dibandingkan openSUSE Tumbleweed yang hanya digunakan kurang dari 6000 pengguna. Dalam waktu yang sama, openSUSE Factory sudah digunakan 2000 pengguna di akhir bulan Juni kemudian meningkat menjadi 6000 pengguna di akhir Agustus. Peningkatan pengguna openSUSE Factory yang signifikan ini membuat para pengembang memutuskan untuk menggabungkan dua versi distro ini menjadi satu distro rolling release.
Tumbleweed dan Factory akan bergabung menjadi satu distro openSUSE rolling release yang menggunakan nama Tumbleweed sedangkan Factory akan diubah namanya menjadi nama dari proses pengembangan openSUSE.
Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, opensuse 13.2 akan diluncurkan bulan November sehingga penggabungan dua distro rolling release ini juga pada bulan November.

openSUSE 13.2 RC1 Masih Gunakan Btrfs



openSUSE 13.2 RC1 Masih Gunakan Btrfs
by Lazuhardianto · 11 October 2014
Mengikuti diunduhnya openSUSE 13.2 Beta hingga sepuluh ribuan kali, versi kandidat rilis pertama openSUSE masih menggunakan sistem file Btrfs secara standar.
openSUSE 13.2 RC1 dilengkapi dengan GNOME 3.14, Firefox 32 sebagai peramban web standar, KDE dengan beberapa perbaruan, versi baru Plymouth splash boot, dan beberapa perangkat lunak lain. Btrfs digunakkan untuk file sistem root secara default dan terpisah dengan partisi /home yang berbasis XFS.
Pengumuman resmi mengenai openSUSE 13.2 RC1 bisa dibaca di news.opensuse.org. Versi ini masih berada di kanal developer, dan rencananya versi stabil akan diluncurkan 4 November.

openSUSE 13.2 Beta Hadir dengan Btrfs secara Default

openSUSE 13.2 Beta Hadir dengan Btrfs secara Default


openSUSE 13.2 akan dirilis bulan November besok dan Anda sudah bisa mengunduh versi beta pertama di situs resmi distro linux ini.
openSUSE Beta hadir lengkap dengan kernel Linux 3.16 (versi final hadir dengan kernel 3.17), GNOME 3.12 (versi final dengan GNOME 3.14), KDE Plasma Workspace dengan KDE Plasma 5 untuk pengetesan, dan paket Btrfs-Progs 3.16, Btrfs akan mejadi file system default di openSUSE 13.2 menggantikan sistem file EXT4. Penggantian file sistem ini sudah direncanakan sejak lama. Pemakaian Btrfs pun akan Anda temui di SUSE Linux Enterprise. Distro linux versi Beta ini juga menggunakan AppArmor 2.9 Beta dan LibreOffice 4.3.1.2.
Salah satu tool hebat openSUSE, YaST, juga memberikan banyak sekali perbaruan.

Linux Mint 17.2 Dapatkan Nama Kode “Rafaela”



Linux Mint 17.2 Dapatkan Nama Kode “Rafaela”
by Ramdziana F Yustitianto · 9 April 2015

Setelah Linux Mint 17.1 diberi nama kode “Rebecca”, giliran Linux Mint 17.2 yang akan diluncurkan mendatang diberi nama kode “Rafaela”.
Linux Mint memang memiliki tradisi menamakan distronya dengan nama wanita feminim yang diurutkan sesuai abjad. Dan untuk versi 17 sudah sampai huruf “R”.
Dalam pengumuman yang disampaikan oleh pimpinan proyek Linux Mint, Clement Lefebvre menulis, “Rilis poin 17.x kedua akan berupa Linux Mint 17.2 dan diberi nama kode ‘Rafaela’. Rafaela adalah nama feminim dari Raphael, yang berasal dari bahasa Ibrani dan berarti ‘Tuhan telah menyembuhkan’. Nama Raphael terbukti ada pada tahun 1350 SM. Nama ini dipopulerkan oleh banyak karakter-karakter yang diilustrasikan serta figur sejarah: malaikat agama Yahudi, Kristen, dan Islam, seorang pelukis dan arsitek Italia jaman Renaisans, pemain tenis Spanyol, dan kura-kura ninja. Pengguna Linux Mint 17 dan Linux Mint 17.1 memiliki pilihan untuk memperbarui sistemnya atau tidak dan proses upgrade akan sama-sama mudah serta aman.”
Tak ada tanggal peluncuran “Rafaela” yang disebutkan tapi versi testing akan meluncur beberapa bulan lagi.